JAKARTA – PT Dirgantara Indonesia (PTDI) memamerkan sejumlah mockup pesawat dan teknologi aviasinya dalam gelaran Singapore Airshow yang tengah berlangsung di Changi Exhibition Centre, yang berlangsung dari 20-25 Februari 2024.
Selain menampilkan mockup pesawat N219, NC212, dan CN235, stan PTDI juga menghadirkan mockup taksi udara (air taxi). Taksi udara yang bisa jadi sarana transportasi anti-macet di kota-kota besar di masa depan ini dinamai Vela Alpha.
Proyek taksi udara ini digagas oleh Vela Aero, sebuah perusahaan startup Indonesia yang didirikan pada 2020 dengan visi menjadi pionir dalam memberikan solusi mobilitas udara lanjut (advanced air mobility) di Indonesia.
Untuk mewujudkan visinya ini, pada 2023 Vela Aero yang bermarkas di Bandung, Jawa Barat menjalin kerja sama dengan PTDI.
“PTDI kerja sama dengan Vela Aero untuk mengembangkan air taxi, PTDI berkontribusi di aspek man hour untuk kegiatan engineering dan produksinya,” kata Anissa Carolina, Humas PTDI kepada Airspace Review, Rabu, (21/2/2024).
“Ke depan PTDI dan Vela Aero akan melakukan co-partnering untuk produksi air taxi tersebut dan pengembangan lanjutannya. Untuk manufacturing-nya paling memungkinkan di fasilitas PTDI,” imbuhnya.
Vela Alpha ditargetkan menyelesaikan semua sertifikasi yang diperluka pada 2028 dan dapat dioperasikan pada tahun yang sama. PTDI dilaporkan telah mengajukan uji layak terbang untuk Vela Alpha kepada Direktorat Kelaikudaraan & Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Kementerian Perhubungan.
Vela Alpha memiliki panjang 10,8 m, rentang sayap 13,1 m, dan tinggi 4,2 m dengan sistem propulsi full electric berdaya 216 kWh atau hybrid powered berdaya 71 kWh sebagai sumber tenaganya. Taksi udara yang diawaki seorang pilot ini memiliki berat tinggal landas maksimum (MTOW) 2.850 kg, dan dapat membawa empat penumpang dengan muatan maksimal 456 kg.
Selain itu Vela Alpha bisa melakukan tinggal landas dan mendarat secara vertikal (VTOL) sehingga cocok beroperasi di kota-kota besar.
Vela Alpha yang memiliki kecepatan maksimum hingga 250 km/jam dapat menempuh jarak hingga 100 km untuk versi full electric dan hingga 500 km untuk versi hybrid (hVTOL).
Sebagai gambaran, Vela Alpha hanya membutuhkan waktu tempuh sekira 8-10 menit untuk mengangkut penumpang dari Jakarta ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang. Waktu tempuh ini jauh lebih cepat dari kereta bandara yang membutuhkan 44 menit untuk perjalanan yang sama, atau waktu 60 menit dengan kendaraan pribadi atau taksi.
(Rahman Asmardika)