Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ini Alasan Kenapa Bus Lintas Sumatera Kerap Kotor dan Kusam

Cahyo Yulianto , Jurnalis-Kamis, 22 Februari 2024 |09:13 WIB
Ini Alasan Kenapa Bus Lintas Sumatera Kerap Kotor dan Kusam
Ilustrasi ini alasan bus kotor dan kusam (Foto: Okezone)
A
A
A

MENGULIK alasan kenapa bus Lintas Sumatera kerap kotor dan kusam. Apalagi, beberapa bus lintas Sumatera juga hampir selalu terlihat kotor dan kusam pada bagian eksteriornya.

Seluruh bagian bodynya tertutup dengan debu dan atau noda-noda sisa lumpur dan sebagainya. Tentunya kondisi ini membuat penumpang terkadang tidak nyama.

Lantas alasan kenapa bus Lintas Sumatera kerap kotor dan kusam? Ternyata penyebab utama dari kotornya bus lintas Sumatera adalah karena trayeknya yang sangat panjang. Hal ini membuat ada banyak debu yang terakumulasi dan menempel di seluruh body bus.

Bus-bus yang melintas di trayek Lintas Sumatera juga tidak memiliki waktu untuk membersihkan eksteriornya sehingga semakin menambah tingkat kotornya.

Selain karena trayeknya yang panjang, jalanan di Sumatera juga kurang terpelihara dengan baik.

Sebagai informasi, di Sumatera terdapat beberapa jalan provinsi yang menjadi ruas jalan utama. Jalan-jalan ini memiliki kondisi yang kurang baik seperti halnya di daerah Sumatera Barat dan Sumatera Selatan. Belum lagi, di ruas jalan Lintas Barat juga sangat rawan longsor ketika musim hujan.

Jalan Lintas Timur Sumatera sebenarnya terbantu oleh adanya jalan tol Bakauheni-Palembang. Ruas jalan ini terpelihara dengan baik sehingga meminimalisir banyaknya debu ataupun kotoran yang bisa mengotori eksterior bus.

Namun setelah keluar tol, ruas jalan dari Palembang hingga Jambi menjadi titik-titik industri dan tambang yang banyak dilalui kendaraan berat. Oleh karena itu, ada banyak debu yang mengotori body bus.

Karena menempuh perjalanan yang sangat jauh dan melewati jalanan yang sangat kotor dan kurang terawat, hal ini membuat bus-bus Lintas Sumatera selalu terlihat kotor dan kusam.

(Rina Anggraeni)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement