Faktor lainnya adalah infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia belum memadai seperti kendaraan konvensional. Masyarakat masih meragukan daya tempuh dan waktu pengisian baterai yang cukup lama.
“Tempatnya saja terbatas. Problemnya sama persis dengan EV yang baru. Adoptionnya harus bisa memberikan itu tadi. Bisa dipakai kapan saja dan ke mana saja,” ucap Hari.
(Erha Aprili Ramadhoni)