Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hacker Palestina Diselamatkan Badan Intelijen Turki dari Penculikan Mata-mata Israel

Redaksi , Jurnalis-Jum'at, 24 November 2023 |13:24 WIB
Hacker Palestina Diselamatkan Badan Intelijen Turki dari Penculikan Mata-mata Israel
Hacker Palestina diselamatkan dari penculikan mata-mata Israel, Mossad (Foto: Istimewa)
A
A
A

ISTANBUL - Seorang hacker atau peretas Palestina terungkap telah diselamatkan Organisasi Intelijen Nasional (MIT) Turki dari penculikan dan percobaan pembunuhan oleh mata-mata dalam badan intelijen Israel, Mossad.

Dikenal sebagai ‘Omar A’ di kalangan media Turki, sosok hacker ini kabarnya merupakan lulusan program Komputer dari Universitas Islam Gaza, yang diduga menjadi arsitek peretasan perangkat lunak untuk Kementerian Dalam Negeri Gaza, sebagaimana dilansir dari situs Middle East Monitor, Jumat (24/11/2023).

Aksi peretasannya diketahui menyusup ke ponsel yang beroperasi di Android hingga meretas Sistem Pertahanan Udara terkenal milik Israel, Iron Dome. Bahkan, di tahun 2015 dan 2016, tindakannya tersebut telah membantu sayap politik Perlawanan Palestina Hamas - Brigade Al-Qassam – meluncurkan roket ke arah Israel tanpa pencegahan yang memadai.

Namun, setelah tiga tahun menjadi target penyelidikan oleh Mossad Israel, dia harus berhadapan dengan berbagai upaya penangkapan. Berbagai agensi secara anonim terus menawarinya pekerjaan sebagai bentuk jebakan.

Pada tahun 2020, seorang agen Mossad bernama Raed Ghazal, menyamar sebagai manajer hak asasi manusia di perusahaan Prancis ‘Think Hire’. Dia menawarkan pekerjaan kepada Omar pada tahun berikutnya, mewawancarainya dua kali dan berusaha membuatnya bergabung dengan perusahaan.

Agen Mossad lainnya bernama Nikola Radonij – ditemani tiga orang lainnya yang bekerja untuk intelijen Israel – menyamar sebagai tim “pengembang” untuk menghubungi hacker Palestina tersebut pada Juni 2022. Sambil menawarkannya pekerjaan, baik di Brasil atau di Istanbul, mereka juga memberi semangat pada Omar untuk mulai bepergian ke luar negeri.

Di sinilah peran MIT dimulai, mereka yang mengetahui status Omar dan telah memantau situasinya, turun tangan untuk memperingatkan hacker tersebut agar tidak bepergian. Hal ini tentu untuk menghindari kemungkinan situasi yang membahayakan hacker itu sendiri.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement