JAKARTA – Toyota Motor Corporation mengatakan bakal menggunakan teknologi pengisian baterai Tesla, dalam mengembangkan mobil listrik terbaru.
Langkah ini diambil guna memperluas pasar, khsusunya di Amerika Utara pada 2025.
BACA JUGA:
Alasan Toyota mengadopsi teknologi tersebut, untuk mempermudah konsumen mereka dalam mengisi daya mobil listrik pada 12.000 Tesla Supercharger yang tersebar di seluruh Amerika.
Sedangkan untuk model lama, Toyota akan melengkapi dengan perangkat Combined Charging System (CCS). Itu merupakan sebuah adaptor agar soket pada mobil sesuai dengan colokan pada Tesla Supercharger.
Hal tersebut diharapkan dapat mempercepat perkembangan kendaraan listrik di Amerika Serikat. Begitu juga dengan Toyota yang mengharapkan mobil listrik mereka dapat diterima dengan baik setelah tertinggal dari kompetitornya.
Melansir Japantimes, Selasa (24/10/2023), produsen mobil global, termasuk General Motors dan Mercedes-Benz, juga memutuskan untuk mengadopsi standar Tesla untuk wilayah tersebut. Perusahaan asal Jepang, Nissan dan Honda, juga memutuskan untuk memanfaatkan jaringan pengisian daya Tesla.
BACA JUGA:
Bukan tanpa upaya, industri otomotif Jepang telah mempromosikan penggunaan standar CHAdeMO. Teknologi itu dikembangkan oleh perusahaan Jepang dan digunakan secara luas di pasar dalam negeri mereka.
Namun, Tesla terus melakukan pengembangan yang membuat para rivalnya tertinggal dalam hal kendaraan listrik. Hal ini memaksa para kompetitor untuk mengikuti jejaknya agar bisa mengimbangi pergerakan perusahaan mobil listrik asal Amerika Serikat itu.
Seperti diketahui, Toyota merupakan sebuah perusahaan yang menawarkan beragam model kendaraan elektrifikasi. Ini sejalan dengan konsep multi-pathway yang mereka usung, demi memberikan banyak pilihan ke konsumen.