Karena itu, Bareyn mengungkapkan beberapa win-win solution agar para pedagang di pasar Tanah Abang atau para pedagang offline lainnya tidak lagi merasa dirugikan dengan kehadiran platform belanja online.
“Dalam hal ini, rasanya perlu tiga hal. Pertama, inisiatif dari para pedagang sendiri untuk upgrade skill dan pengetahuan agar tidak ketinggalan dengan kondisi terkini dan perubahan yang ada,” tuturnya.
Solusi selanjutnya yakni dengan peran Pemerintah melalui lembaga terkait untuk mengadakan pelatihan, agar para pedagang offline memiliki skill dan pengetahuan tentang kondisi terkini.
“Lalu, dibuat regulasi adanya transfer knowledge dan bimbingan dari perusahaan ecommerce yang menjembatani pedagang offline dengan dunia digital,” katanya.
Kemudian yang ketiga, peran organisasi/asosiasi yang berhubungan dengan pedagang, "untuk bisa membimbing para pedagang menghadapi perubahan,” tandas Bareyn.
(Maruf El Rumi)