Selain itu, pada mayoritas ban kendaraan besar juga terdapat tulisan regroovable yang artinya memang dapat di vulkanisir. Disisi lain, alasan mengapa ban vulkanisir tidak direkomendasikan untuk dipakai di kendaraan roda dua adalah karena usia ban yang divulkanisir biasanya sudah mendekati batas akhir pemakaian, sehingga kualitas casingnya sudah jelek.
Sementara itu, penggunaan ban ukiran jelas berbahaya bagi semua jenis kendaraan. Pasalnya, ban ukiran hanyalah ban bekas yang diukir kembali.
Hal tersebut membuat kualitas ban ukiran menjadi tipis dan tidak layak untuk dipakai dijalan. Ban yang tipis dapat membuat kendaraan tidak berjalan dengan sempurna dan mudah tergelincir.
Cara periksa ban ukiran atau vulkanisir
1. Tekan tekstur karet pada tapak ban
Jika terasa lembek dan lebih tipis dibanding ban yang normal, maka ban tersebut adalah ban ukiran.
2. Perhatikan bentuk pola pada ban
Jika pola nya sedikit berantakan atau tidak rapi, maka ban tersebut adalah ban ukiran. Karena ban original di pola oleh mesin sehingga memiliki pola yang rapi.
Sedangkan ban ukiran dipola oleh manusia sehingga terkadang tidak rapi.
3. Perhatikan karet pada bagian tapak ban dan dinding ban
Apabila terdapat perbedaan kualitas pada bagian tersebut, kemungkinan besar ban tersebut adalah ban vulkanisir
4. Perhatikan panjang karet sisa berukuran kecil
Apabila karet sisa terlihat pendek, maka kemungkinan ban tersebut adalah ban vulkanisir. Karena ban original memiliki karet sisa yang cukup panjang.
Alvitho Devano
(Imantoko Kurniadi)