Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ngeri, Elon Musk Nyaris Celaka saat Coba Teknologi Otonom Tesla

Wahyu Sibarani , Jurnalis-Senin, 18 September 2023 |07:55 WIB
<i>Ngeri</i>, Elon Musk Nyaris Celaka saat Coba Teknologi Otonom Tesla
CEO Tesla, Elon Musk (Foto: Istmewa)
A
A
A

CEO Tesla, Elon Musk ternyata nyaris celaka saat mencoba teknologi otonom Tesla, Full Self Driving (FSD) bernama Autopilot. Hal itu terungkap dalam buku biografi Elon Musk yang ditulis Walter Isaacson yang dikutip oleh Futurism, Senin (18/9/2023).

Dalam buku itu disebutkan Elon Musk selalu terlibat langsung dalam percobaan teknologi terbaru yang akan diterapkan di mobil-mobil listrik Tesla. Termasuk teknologi otonom Autopilot.

Saat mencoba teknologi baru itu Elon Musk justru nyaris mengalami tabrakan.

"Di sebuah tikungan antar kota 405, teknologi Autopilot tiba-tiba salah membaca jalan karena marka yang memudar. Mobil membelok ke arah berlawan dan hampir menabrak kendaraan dari arah berlawanan," tulis Walter Isaacson dalam buku tersebut.

Waktu itu Elon Musk langsung marah besar. Dia langsung datang ke kantor Tesla dan mulai mengusir para insinyur yang dianggap gagal membuat teknologi otonom yang aman buat pengemudi.

"Bikin sesuatu yang benar," marah Elon Musk dikutip dari buku biografi berjudul Elon Musk itu.

Menurut Walter Isaacson, bagi yang pernah bekerja sama dengan Elon Musk tentu sangat tahu bagaimana sikapnya di perusahaan. Dia dikenal sebagai pribadi yang kuat dan frontal setiap kali bekerja.

Jadi marah-marah soal pekerjaan bukan hal yang asing buat karyawan Tesla. Hanya saja menurut Futurism saat itu kesalahan yang dilakukan Autopilot terjadi karena keinginan Elon Musk yang tidak sesuai dengan saran para insinyur Tesla.

Saat Autopilot dibuat Elon Musk ingin mengandalkan teknologi sensor di Tesla. Sebaliknya para insiyur Tesla justru ingin agar Autopilot terbentuk drengan mengendalkan teknologi deteksi cahaya dan jangkauan, atau LiDAR.

LiDAR pada dasarnya adalah radar yang menggunakan cahaya. Pesaing Tesla, termasuk Google Waymo, telah lama memanfaatkannya untuk membantu mobil otonom mereka "melihat” kondisi jalan.

Hanya saja Elon Musk enggan untuk menggunakan LiDAR karena beberapa pertimbbangan yang salah satunya adalah masalah biaya. LiDAR jauh lebih mahal ketimbang sensor dan akan berpengaruh pada harga mobil listrik Tesla. 

“Ada kesenjangan antara tujuan Elon Musk dan kemungkinannya,” kata wakil presiden senior Tesla Andrew Baglino kepada Isaacson. "Dia hanya tidak menyadari tantangannya," tambah Andrew Baglino. 

Hanya saja Elon Musk justru tetap ngotot bahwa sensor adalah hal yang paling masuk akal. Dia bahkan menyamakan sensor itu seperti mata manusia. Menurutnya mobil bisa dikemudikan karena manusia memiliki dua mata. 

"Jelas bahwa menurutnya kami pada akhirnya harus dapat mengandalkan penglihatan kamera saja,” kenang seorang insinyur muda yang bergabung pada tahun 2014, seperti dikutip dalam biografi tersebut. 

Hingga kini teknologi Autopilot di mobil-mobil listrik Tesla memang mengandalkan kamera dan sensor. Hanya saja untuk mendapatkan tingkat keamanan yang sangat baik, jumlah sensor dan kamera yang digunakan sangat banyak.

(Saliki Dwi Saputra )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement