Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ngeri, Elon Musk Nyaris Celaka saat Coba Teknologi Otonom Tesla

Wahyu Sibarani , Jurnalis-Senin, 18 September 2023 |07:55 WIB
<i>Ngeri</i>, Elon Musk Nyaris Celaka saat Coba Teknologi Otonom Tesla
CEO Tesla, Elon Musk (Foto: Istmewa)
A
A
A

Saat Autopilot dibuat Elon Musk ingin mengandalkan teknologi sensor di Tesla. Sebaliknya para insiyur Tesla justru ingin agar Autopilot terbentuk drengan mengendalkan teknologi deteksi cahaya dan jangkauan, atau LiDAR.

LiDAR pada dasarnya adalah radar yang menggunakan cahaya. Pesaing Tesla, termasuk Google Waymo, telah lama memanfaatkannya untuk membantu mobil otonom mereka "melihat” kondisi jalan.

Hanya saja Elon Musk enggan untuk menggunakan LiDAR karena beberapa pertimbbangan yang salah satunya adalah masalah biaya. LiDAR jauh lebih mahal ketimbang sensor dan akan berpengaruh pada harga mobil listrik Tesla. 

“Ada kesenjangan antara tujuan Elon Musk dan kemungkinannya,” kata wakil presiden senior Tesla Andrew Baglino kepada Isaacson. "Dia hanya tidak menyadari tantangannya," tambah Andrew Baglino. 

Hanya saja Elon Musk justru tetap ngotot bahwa sensor adalah hal yang paling masuk akal. Dia bahkan menyamakan sensor itu seperti mata manusia. Menurutnya mobil bisa dikemudikan karena manusia memiliki dua mata. 

"Jelas bahwa menurutnya kami pada akhirnya harus dapat mengandalkan penglihatan kamera saja,” kenang seorang insinyur muda yang bergabung pada tahun 2014, seperti dikutip dalam biografi tersebut. 

Hingga kini teknologi Autopilot di mobil-mobil listrik Tesla memang mengandalkan kamera dan sensor. Hanya saja untuk mendapatkan tingkat keamanan yang sangat baik, jumlah sensor dan kamera yang digunakan sangat banyak.

(Saliki Dwi Saputra )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement