JAKARTA – Rangka enhanced Smart Architechture Frame (eSAF) pertama kali digunakan di Honda Genio pada 2019, hingga kini platform tersebut digunakan pada model-model skuter matik Honda lainnya, seperti BeAT, BeAT Street, Scoopy, hingga Vario 160.
Sejak diperkenalkan, rangka eSAF tak langsung digunakan pada beberapa model skutik Honda. Misal BeAT, BeAT Street dan Scoopy, baru menggunakannya pada 2020, sedangkan Vario 160 langsung meluncur dengan menggunakan platform tersebut.
Sekadar informasi, rangka eSAF terbuat dari lembaran pelat baja yang kemudian di-press dan digabungkan dengan alat las laser yang diklaim dapat meminimalisir deformasi. Jelas ini berbeda dengan rangka umumnya yang menggunakan pipa.
Material tersebut membuar rangka eSAF diklaim lebih ringan dibandingkan rangka pipa besi. Honda Genio yang pertama kali menggunakan rangka ini mengalami penurunan bobot sebesar 4 kg, dari awalnya 15 kg saat ini menjadi 11 kg.
Rangka eSAF yang lebih ringan membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih efisien. Ini dapat dilihat pada pengujian internal dengan metrode ECE R40 pada Honda Genio, yang konsumsi bahan bakarnya diklaim mencapai 59,1 km/lliter dengan fitur ISS aktif.
Deformasi adalah perubahan bentuk atau ukuran dari sebuah objek. Pada rangka eSAF, Honda mengklaim hampir tidak ada deformasi pada proses pembuatannya dengan menggunakan alat teknologi canggih.
Penggunaan rangka eSAF memungkinkan ruang bagasi dan tangki bahan bakar lebih besar daripada sebelumnya. Untuk Honda Genio, kapastias bagasinya mencapai 14 liter, dan tangki bahan bakarnya mencapai 4,2 liter.
Model terbaru Honda Vario 160 memiliki ruang bagasi sebesar 18 liter dengan tangki bahan bakar yang dapat menampung 5,5 liter. Tapi, dengan kapasitas mesin yang sama, kenapa PCX 160 dan ADV 160 tak menggunakan rangka eSAF?