Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mantan Astronot NASA Kembangkan Reaktor Nuklir untuk Proyek Bulan

Tangguh Yudha , Jurnalis-Jum'at, 18 Agustus 2023 |06:00 WIB
Mantan Astronot NASA Kembangkan Reaktor Nuklir untuk Proyek Bulan
Mantan Astronot NASA siapkan reaktor nuklir untuk proyek bulan (Foto: NASA)
A
A
A

JAKARTA - Kabar tentang Proyek Bulan semakin banyak bertebaran. Salah satu yang paling baru adalah kabar dari seorang mantan astronot NASA sudah mulai mengembangkan reaktor nuklir untuk kelancaran proyek tersebut.

Melalui perusahaan Canadian Space Mining Corp (CSMC), mantan astronot yang bernama Drew Feustel itu sudah meneken kontrak untuk menghadirkan bahan bakar baru guna mewujudkan pertumbuhan di masa depan.

Feustel bahkan sudah merekrut sekitar 12 orang, lebih dari dua kali lipat jumlah tim dari lima tahun lalu untuk membawa peradaban manusia ke Bulan, sebagaimana dihimpun dari Space, Kamis (17/8/2023).

"Ini adalah pertama kalinya dalam hidup saya, di mana kami pernah melihat investasi dan momentum sebanyak ini terfokus pada eksplorasi ruang angkasa secara umum, tidak hanya dalam eksplorasi ruang angkasa manusia," kata Feustel.

"Itu menarik bagi saya. Ini membesarkan hati saya. Namun pada akhirnya, kami masih benar-benar mengikuti apa yang dilakukan pemerintah AS dan NASA untuk memungkinkan hal ini," lanjutnya.

Sebagai pengingat, rencana yang dipimpin NASA untuk membawa manusia ke Bulan semakin mungkin dilakukan, menyusul keberhasilan misi Artemis 1 keliling bulan tanpa awak pada tahun 2022 yang menguji Orion di orbit Bulan.

Nantinya akan dilangsungkan misi Artemis 2 yang akan mengirim empat manusia mengelilingi bulan paling cepat November 2024 yang pada akhirnya misi yang bakal dilakukan adalah untuk mendaratkan manusia dan robot di Bulan.

Feustel sendiri pertama kali mempertimbangkan untuk bergabung dengan CSMC pada bulan April setelah bertemu dengan manajemen senior di Colorado Space Symposium, yang merupakan acara industri besar yang diadakan setiap tahun.

Saat ini tugas Feustel adalah mengerjakan reaktor fisi nuklir yang dapat diangkut yang dikenal sebagai Proyek Leunr. Untuk riset dan penelitiannya danai oleh CSA sebesar 743.000 dolar AS.

"Daya adalah sesuatu yang dibutuhkan di permukaan Bulan, dan ada beberapa cara untuk mendapatkannya. Satu adalah tenaga surya, dan yang lainnya adalah nuklir. Nuklir mungkin adalah jawaban terbaik," ungkap Feustel. 

Kontrak CSA lainnya baru-baru ini seharga 185.000 dolar AS membantu CMSC mengevaluasi prospeksi di orbit bulan menggunakan "teknik geofisika baru" oleh satelit untuk mempelajari sumber daya di bawah permukaan.

Sebagai informasi tambahan, Feustel adalah warga negara Amerika-Kanada yang pernah menjadi astronot dengan jobdesk memperbaiki Teleskop Luar Angkasa Hubble dan memimpin Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Baru pensiun dari NASA pada 31 Juli setelah 23 tahun, Feustel menghabiskan 226 hari di luar angkasa dalam tiga misi. Pekerjaan luar angkasanya selama beberapa dekade menjadikannya begitu berambisi dalam eksplorasi luar angkasa.

(Saliki Dwi Saputra )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement