Namun, Jones mempertanyakan apakah faktor-faktor ini cukup untuk menjelaskan kelenturan emas. "Tembaga dan perak berbagi konfigurasi elektronik yang sama. Mereka sama-sama mengikat tapi mereka tidak selembut emas. Itu berarti ada hal lain yang berperan," katanya.
Logam seringkali bukan satu kristal besar, melainkan terbuat dari kristal kecil yang disebut butiran. Dan studi tahun 1977 dari University of Leeds menyarankan bahwa ukuran butir yang terbentuk emas dapat membantu menjelaskan kelenturannya.
Emas terkenal tidak mungkin berikatan secara kimiawi dengan unsur lain. Ini berarti butiran emas tidak ternoda dengan lapisan oksida pada permukaannya seperti halnya butiran tembaga dan perak.
Oksida ini membuat butiran tembaga dan perak lebih cenderung terfragmentasi. Sebaliknya, tidak adanya oksida ini dapat membantu menjaga emas lebih mudah ditempa daripada logam lainnya.
Berdasarkan skala Mohs, yang mengukur seberapa baik suatu bahan menahan goresan, logam terlembut adalah cesium, yang cukup lunak untuk dipotong dengan pisau mentega. Logam lainnya, adalah merkuri, yang berbentuk cair pada suhu kamar dan lebih mudah berubah bentuk daripada emas.
(Martin Bagya Kertiyasa)