Atmosfer planet kemungkinan mencapai suhu terik lebih dari 3.600 derajat Fahrenheit (2.000 derajat Celcius). Tetapi atmosfer planet kemungkinan memiliki gas silikat dan titanat yang sangat melimpah sehingga dapat berubah menjadi cairan.
Para ahli memperkirakan bahwa raksasa gas yang lebih kecil seperti LTT9779 b tidak mungkin ada begitu dekat dengan bintang induknya. Mereka pun menyebut bahwa mustahil planet itu benar-benar ada.
"Itu adalah planet yang seharusnya tidak ada," kata rekan penulis studi Vivien Parmentier, seorang astrofisikawan di Universitas Oxford di Inggris dan Observatorium Côte d'Azur di Prancis, dalam pernyataannya.
"Kami berharap planet seperti ini memiliki atmosfer yang diterbangkan oleh bintangnya, meninggalkan batuan kosong," pungkasnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)