Bisa jadi Shyamoli Paribahan mengambil bus-bus tersebut di pasar bus bekas global. Kebetulannya mereka menyukai livery milik bus PO MPM.
Hal itu sama dengan PO Bangladesh lain yang juga tidak mengganti livery bus-bus yang didatangkan dari Indonesia. Jadi tidak heran jika di Bangladesh kerap ditemukan bus-bus yang liverynya mirip dengan yang ada di Indonesia.
Misalnya saja livery PO Haryanto, PO Handoyo, hingga PO Sudiro Tungga Jaya. Jadi tidak heran jika banyak aksi penjiplakan itu bisa tertangkap tangan dengan mudah.
(Alan Pamungkas)