Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jangan Abai, Ini 5 Penyebab Bensin Motor Boros

Muhamad Fadli Ramadan , Jurnalis-Selasa, 04 Juli 2023 |15:32 WIB
Jangan Abai, Ini 5 Penyebab Bensin Motor Boros
5 Penyebab Bensin Motor Boros (Foto: Pexels)
A
A
A

JAKARTA – Memiliki motor dengan performa yang baik tapi tetap irit bahan bakar menjadi keinginan setiap pengendara. Hal ini tentu akan memberikan pengalaman berkendara sepeda motor untuk aktivitas sehari-hari jadi lebih menyenangkan.

Namun, ada kalanya sepeda motor yang biasanya irit bahan bakar terasa jadi lebih boros, sehingga mengganggu kesenangan dalam berkendara. Berikut penyebab motor menjadi boros bahan bakar seperti dibagikan oleh Astra Honda Motor.

1. Filter Udara Kotor

Kotoran seperti minyak dan debu yang menempel pada filter menghambat aliran udara yang masuk ke ruang bakar, akibatnya volume campuran udara dan bahan bakar menjadi tidak ideal.

Kondisi ini membuat proses pembakaran jadi tidak sempurna, sehingga banyak bahan bakar terbuang sia-sia. Untuk itu, pemilik harus rutin dalam membersihkan atau mengganti filter udara.

Jangan Abai, Ini 5 Penyebab Bensin Motor Boros

2. Tekanan Angin Ban Kurang

Kondisi ban yang kekurangan angin membuat laju motor akan terhambat dan motor terasa lebih berat. Tekanan angin yang kurang menyebabkan mesin bekerja lebih keras dan mengakibatkan peningkatan konsumsi bahan bakar.

3. Busi yang lemah

Salah satu tanda busi sudah mulai tidak layak pakai yaitu melemahnya percikan api yang menyebabkan proses pembakaran tidak mencapai hasil optimal. Akibatnya, daya gerak yang dihasilkan akan terasa lemah dan sepeda motor jadi kurang bertenaga.

Dalam kondisi seperti ini, pengendara cenderung memutar tuas gas lebih lebar agar kendaraannya dapat berakselerasi lebih cepat. Pada akhirnya, ini membuat konsumsi bahan bakar semakin meningkat.

 BACA JUGA:

4. Rantai Motor Kendur atau Belt CVT aus/retak

 

Rantai motor yang kendur atau belt CVT yang sudah melemah juga dapat menyebabkan konsumsi bensin boros. Kondisi rantai yang kendur akan mengakibatkan tarikan pada roda menjadi berat.

Kondisi tersebut menandakan bahwa rantai atau belt CVT perlu diganti dengan yang baru. Jika sabuk CVT tidak diganti, maka konsumsi bahan bakar akan meningkat dan ada risiko belt CVT putus secara tiba-tiba.

5. Gaya Berkendara Buruk

 

Gaya berkendara yang kurang baik juga dapat mengakibatkan penggunaan bahan bakar yang boros. Gaya berkendara yang sering kali melakukan akselerasi tiba-tiba, menggeber-geber motor, dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar secara signifikan.

Meski sepeda motor dalam kondisi prima, konsumsi bahan bakar yang efisien tidak akan bisa tercapai apabila tidak dibarengi dengan gaya berkendara yang buruk. Pastikan berkendara dengan rasa tanggung jawab dan menghargai pengendara lain.

(Alan Pamungkas)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement