Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sempat Tertunda 17 Menit, SATRIA-1 Akhirnya Meluncur ke Luar Angkasa

Martin Bagya Kertiyasa , Jurnalis-Senin, 19 Juni 2023 |06:07 WIB
Sempat Tertunda 17 Menit, SATRIA-1 Akhirnya Meluncur ke Luar Angkasa
Ilustrasi Satelit. (Foto: Freepik)
A
A
A

SATELIT Republik Indonesia 1 (SATRIA-1) akhirnya diluncurkan di Amerika Serikat (AS). Satelit tersebut, meluncur dengan roket Falcon-9 milik SpaceX.

Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (BAKTI Kemkominfo) mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan beberapa langkah mitigasi apabila SATRIA-1 mengalami anomali baik saat peluncuran maupun setelah mengorbit.

Peluncuran SATRIA-1 sempat tertunda 17 menit dari jadwal semula pukul 18.04 waktu setempat atau Senin (19/06/2023) pukul 05:04 WIB. Meskipun demikian, masih dalam time window peluncuran.

Plt Direktur Utama Badan Aksesibiiltas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo Arief Tri Hardiyanto menjelaskan, setelah ini SATRIA-1 akan dipantau oleh Thales Alenia Space untuk memastikan seluruh perangkat bisa berfungsi dengan baik.

"Mudah-mudahan semua perangkat yang ada di SATRIA-1 dapat bekerja dengan baik solar cell dan antenanya. Dan bisa terkendali dari stasiun bumi," tuturnya.

PT Satelit Nusantara Tiga (SNT) selaku Badan Usaha Penyelenggara untuk proyek SATRIA-1 mengungkapkan apabila cuaca menjadi kendala untuk peluncuran satelit ini maka jadwal cadangan telah disiapkan.

"Kalau jendela peluncuran yang ditetapkan terlewati maka kita punya jadwal lagi di hari besoknya dengan waktu yang kurang lebih sama. Biasanya kalau tidak ada kendala teknis dan hanya terhalang faktor cuaca memang umumnya satu hari kemudian bisa diluncurkan," kata Deputy Project Coordinator SNT Heru Dwikartono seperti dilansir dari Antara.

Selanjutnya untuk mitigasi apabila SATRIA-1 mengalami anomali saat mengorbit, Heru menjelaskan bahwa satelit itu telah dirancang memiliki kemampuan memperbaiki secara otomatis apabila terjadi masalah teknis.

Sistem tersebut dapat terjadi karena SATRIA-1 dirancang sejak awal sudah membawa komponen cadangan sehingga saat masalah teknis terjadi maka satelit bisa membenahi kendala tersebut dengan cepat.

"Kita jadi memang mendesain satelit itu semua komponennya bisa fully back up, karena kita mengerti bahwa ketika sudah di atas dan ada masalah itu sudah tidak bisa dibenarkan manual lagi. Jadi secara perangkat di satelit sudah disiapkan (komponen) backup," ujar Heru.

Heru juga mengatakan agar tidak ada kekhawatiran turunnya kecepatan internet dari SATRIA-1 saat mengorbit, pihaknya telah mengantisipasi dengan menambah sedikit lebih besar kapasitas dari satelit tersebut. Dengan demikian, satelit bisa tetap stabil dan maksimal memberikan kecepatan internet 150 Gbps saat dioperasikan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement