“Kalau orang sudah membeli mobil, apalagi kalau kelas atas bukan yang Rp100 juta atau Rp200 juta, dan segala macem, feeling saya kalau mereka sudah mau harusnya tidak akan terpengaruh. Market-nya saja yang harus terus kita genjot,” ucapnya.
Ketika ditanya apakah perlu besaran nilai insentif ditingkatkan, Yohannes Nangoi menegaskan Gaikindo tidak berwenang untuk menjawabnya. Pasalnya, segala keputusan ada di pemerintahan yang telah dipikirkan segala aspeknya.
“Saya nggak berani ngomong. Gini, yang menginisiasi subsidi mobil listrik kan bukan Gaikindo, itu adalah pemerintah. Pemerintah itu targetnya supaya mobil listrik itu laku, lebih banyak terjual dengan beberapa tujuan,” tuturnya.
(Citra Dara Vresti Trisna)