3. Timor Leste
Negara yang di masa lalu menjadi bagian dari Indonesia itu juga menjadi langganan bus buatan Tanah Air. Timor Leste juga membeli bus dari karoseri Laksana dengan bodi Legacy SR2 dengan kaca depan model single glass.
Memang, kaca depan model tersebut digandrungi banyak orang karena memberikan pandangan yang luas. Selain itu, proses penggantian kaca bus juga sangat lebih mudah ketimbang yang menggunakan model double glass.
4. Arab Saudi
Kembali ke tahun 1990-an, Indonesia sempat menjadi langganan Arab Saudi untuk urusan bus. Pada 1998, Indonesia pernah mengekspor 100 unit bus Perkasa, yang merupakan bus produksi dalam negeri.
Sasis bus milik PT Wahana Perkasa Auto Jaya yang merupakan anak perusahaan Group Texmaco bus ini asli buatan Indonesia. Sasis ini diluncurkan pada pertengahan 1998, dengan kendaraan pertama yang diperkenalkan adalah truk.
Kemudian, PT Wahana Perkasa mulai membuat bus bermesin depan dengan kode seri 807A. Sementara mesin belakang memiliki kode 808B, serta sudah dilengkapi turbo intercooler yang mana nilai TKDN mencapai lebih dari 90 persen.
5. Laos
Belum lama ini, perusahaan tambang di Laos memesan bus sebanyak 4 unit untuk keperluan mengangkut karyawan. Bus ini dipesan khusus, dengan menggunakan setir kiri seperti yang berlaku di negara tersebut.
Bus tersebut menggunakan bodi Legacy SR3 Panorama menggunakan konsep kaca depan single glass lengkap dengan tameng jaring. Bus tersebut juga sudah memenuhi aturan standar R66, di mana kerangka bus harus tetap kokoh saat terguling demi keselamatan penumpang.
(Citra Dara Vresti Trisna)