Kevin Vasconi, kepala petugas informasi Wendy, mengatakan tes awal cukup menjanjikan. Ia mengklaim pelayanan yang diberikan AI mungkin rata-rata lebih baik dari manusia sehingga layanan akan diluncurkan Juni mendatang.
Untuk diketahui, semakin berkembangnya AI, disebut banyak pihak daoat menggeser banyak posisi pekerjaan yang dilakukan oleh manusia. Banyak ahli yang khawatir ini terjadi dalam waktu dekat.
Sejumlah studi mencatat ada cukup banyak daftar pekerjaan yang rentan digantikan dengan AI. Saking banyaknya, studi yang dilakukan Universitas Oxford menemukan bahwa 47% pekerjaan AS dapat dihilangkan oleh AI.
Studi lain, yang dilakukan Goldman Sachs baru-baru ini menemukan bahwa AI generatif bahkan dapat memengaruhi 300 juta pekerjaan penuh waktu di seluruh dunia. Ini disebut dapat menyebabkan gangguan di pasar kerja.
(Martin Bagya Kertiyasa)