“Meskipun praktik semacam ini diketahui dari prasasti makam atau kuil dan relief dari Kerajaan Baru dan seterusnya, ini adalah pertama kalinya bukti fisik digunakan untuk mempelajari lebih lanjut tentang prosedur dan individu yang diambil tangannya,” tulis para peneliti, dikutip dari IFL Science.
Potongan tangan kanan yang ditemukan di istana digunakan untuk ritual pengambilan trofi, bukan sebagai hukuman atas kejahatan. Para peneliti juga yakin potongan tangan itu bukan berasal dari tawanan karena umumnya mereka dijadikan sebagai budak.
Jika dilihat dari ukurannya, kemungkinan 11 tangan merupakan milik pria dewasa. Sementara satu sisanya merupakan tangan wanita.
Belum diketahui secara pasti apakah amputasi tangan ini dilakukan saat mereka masih bernyawa atau setelah meninggal dunia. Namun yang jelas bahwa 12 potong tangan itu diletakkan dalam keadaan telapak tangan menghadap ke bawah dan jari-jari terentang.
