NASA kembali mengundur jadwal tes penerbangan berawak pertama dari kapsul Starliner Boeing. NASA menunda peluncurannya setidaknya hingga 21 Juli mendatang.
Badan Antariksa Amerika Serikat bersama Boeing mengatakan bahwa penundaan ini terjadi karena adanya masalah sertifikasi sistem parasut kapsul dan verifikasi lainnya pada komponen dan kemampuan Starliner.
Selain itu ada pula kendala dalam penjadwalan dengan misi lainnya yang dijadwalkan terbang ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).
Manajer program NASA untuk kru komersial, Steve Stich, mengatakan bahwa NASA dan Boeing perlu menyelesaikan beberapa hal terkait dengan uji darat tambahan pada sistem parasut serta uji sistem pembatalan kapsul Starliner.
Beberapa hal lain seperti stress testing dan panduan, sistem navigasi dan kontrol, serta pengujian tambahan dengan kru akan segera dituntaskan pada akhir bulan ini.
Adapun pengujian tambahan ini dilakukan lantaran para insinyur Boeing menemukan adanya suatu kesalahan pada komponen Starliner. Namun secara keseluruhan, pesawat ruang angkasa itu dalam kondisi baik dan siap untuk terbang.
“Namun, kami ingin memastikan bahwa kondisi yang sama tidak ada di tempat lain. Jadi bagian dari pengujian ini adalah untuk memvalidasi bahwa ini adalah kasus yang terisolasi,” sebut Manajer Program Starliner Boeing, Mark Nappi, sebagaimana dikutip dari TechCrunch.
Seperti rencana sebelumnya, CST 100-Starliner Mission akan diluncurkan bulan April. Namun pekan lalu diumumkan bahwa jadwalnya diundur hingga Mei tahun ini untuk mengakomodasi misi penerbangan luar angkasa Ax-2 Axiom Space ke ISS.
Misi Starliner ini merupakan bagian penting dari NASA. Pengujian pesawat ruang angkasa tersebut akan membawa para astronot secara teratur menuju ISS maupun sebaliknya.
Jika semua berjalan sesuai rencana, Starliner Boeing bakal bergabung dengan kapsul Dragon SpaceX dan Soyuz Rusia. Starliner Boeing juga menjadi satu-satunya pesawat ruang angkasa bersertifikat manusia yang mampu melaksanakan tugas tersebut.
Tes penerbangan berawak Starliner yang akan datang diisi oleh dua astronot NASA, Barry Wilmore dan Sunita Williams yang akan mengudara menuju ISS untuk bertugas selama delapan hari. Saat berlabuh di ISS, mereka melakukan pemeriksaan kendaraan tambahan.
Jika misinya berhasil, NASA akan mensertifikasi Starliner untuk misi ISS. Perjalanan panjang sudah dilalui dalam pengembangan kapsul ini, banyak tantangan yang dihadapi, termasuk kegagalan misi pengujian di tahun 2019.
(DRA)
(Andera Wiyakintra)