Adapun pengujian tambahan ini dilakukan lantaran para insinyur Boeing menemukan adanya suatu kesalahan pada komponen Starliner. Namun secara keseluruhan, pesawat ruang angkasa itu dalam kondisi baik dan siap untuk terbang.
“Namun, kami ingin memastikan bahwa kondisi yang sama tidak ada di tempat lain. Jadi bagian dari pengujian ini adalah untuk memvalidasi bahwa ini adalah kasus yang terisolasi,” sebut Manajer Program Starliner Boeing, Mark Nappi, sebagaimana dikutip dari TechCrunch.
Seperti rencana sebelumnya, CST 100-Starliner Mission akan diluncurkan bulan April. Namun pekan lalu diumumkan bahwa jadwalnya diundur hingga Mei tahun ini untuk mengakomodasi misi penerbangan luar angkasa Ax-2 Axiom Space ke ISS.
Misi Starliner ini merupakan bagian penting dari NASA. Pengujian pesawat ruang angkasa tersebut akan membawa para astronot secara teratur menuju ISS maupun sebaliknya.
Jika semua berjalan sesuai rencana, Starliner Boeing bakal bergabung dengan kapsul Dragon SpaceX dan Soyuz Rusia. Starliner Boeing juga menjadi satu-satunya pesawat ruang angkasa bersertifikat manusia yang mampu melaksanakan tugas tersebut.