Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengapa Air Laut Asin? Ini Alasannya!

Wiwie Heriyani , Jurnalis-Minggu, 19 Februari 2023 |19:00 WIB
Mengapa Air Laut Asin? Ini Alasannya!
Mengap Air Laut Rasanya Asin? Ini Alasannya!
A
A
A

"Kubah garam" juga berkontribusi terhadap rasa asin laut. Kubah-kubah ini merupakan endapan garam yang sangat besar dan terbentuk dalam rentang waktu geologis.

Kubah-kubah tersebut ditemukan di bawah tanah dan bawah laut di seluruh dunia, salah satunya di barat laut Teluk Meksiko.

Dua ion yang paling umum dalam air laut adalah klorida dan natrium. Kedua ion tersebut membentuk sekitar 85 persen dari semua ion terlarut di lautan.

Magnesium dan sulfat membentuk 10 persen dari totalnya. Ion lain ditemukan dalam konsentrasi yang sangat kecil. Konsentrasi garam dalam air laut (salinitas) bervariasi dengan suhu, penguapan, dan curah hujan.

Salinitas umumnya rendah di garis khatulistiwa dan di kutub, dan tinggi di pertengahan garis lintang. Salinitas rata-rata adalah sekitar 35 bagian per seribu. Dengan kata lain, sekitar 3,5 persen berat air laut berasal dari garam terlarut.

Apa komposisi kimia dari garam dalam air laut?

Garam dari air laut mengandung lebih dari 80 dari 118 unsur pada tabel periodik, yang menjadikannya sumber mineral yang sangat baik bagi tubuh manusia. Di dalamnya, Anda dapat menemukan:

  • Unsur-unsur seperti klorin, natrium, magnesium, kalium, bromin, kalsium, boron, strontium, dan fluor.
  • Elemen seperti zat besi, mangan, tembaga, yodium, silikon, dan fosfor.
  • Zooplankton dan fitoplankton.

Apakah semua laut sama asinnya?

Tingkat salinitas laut akan bergantung pada garis lintangnya. Di daerah yang lebih dingin seperti Samudra Arktik, konsentrasi garamnya lebih rendah dibandingkan dengan daerah tropis seperti Laut Karibia yang konsentrasi garamnya lebih tinggi. Ini karena air menguap oleh energi matahari.

Demikian pula di daerah yang sering turun hujan, tingkat salinitasnya rendah, seperti halnya Laut Baltik. Di sana Anda bisa menemukan daerah yang komposisinya hanya 0,6 persen garam. Di sisi lain, daerah dengan aliran air yang lebih rendah mungkin memiliki salinitas yang lebih tinggi, seperti halnya Laut Merah.

(DRA)

(Andera Wiyakintra)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement