Sel-sel otak yang sudah tua dapat diganti menjadi sel-sel reproduksi muda. Seluruh tubuh ubur-ubur pada dasarnya bisa menua dan bisa kembali memulai dari awal lagi. Ubur-ubur dapat mengulangi proses ini sebanyak yang mereka inginkan.
Saat ini para ilmuwan sedang mempelajari ubur-ubur abadi. Mereka berharap dapat memanfaatkan kemampuan transdiferensiasi untuk kemajuan dalam bidang kedokteran.
Bukankah luar biasa jika kita dapat membuat sel jantung baru setelah terkena serangan jantung? Bagaimana dengan pembuatan sel-sel otak baru setelah kita terkena serangan stroke? Jika para ilmuwan berhasil, ini akan mengubah kehidupan manusia secara drastis.
Sayangnya, memiliki kemampuan transdiferensiasi bukan berarti ubur-ubur ini akan benar-benar hidup selamanya. Meskipun kemungkinan itu ada, sebagian besar ubur-ubur abadi akan mati jika terserang predator.
(Andera Wiyakintra)