JAKARTA - Tahun 2022 menjadi masa yang sangat sulit bagi Meta untuk mengembangkan metaverse-nya. Namun, raksasa teknologi milik Mark Zuckerberg tersebut berkomitmen akan tetap berupaya keras dan tidak berhenti di tahun 2023.
Diolah dari Engadget, Jumat (23/12/2022), CTO Reality Labs Andrew Bosworth mengatakan bahwa pihaknya akan tetap mendapat pendanaan dari Meta untuk tahun depan. Nilainya pun tak tanggung-tanggung, mencapai 20% dari total pengeluaran Meta.
Reality Labs, yang dipercaya oleh Meta akan menggunakan setengah dana yang diberikan untuk pengembangan teknologi augmented reality (AR). Ini artinya, meskipun Meta tampak mulai melamban dalam metaverse, bukan berarti sepenuhnya berhenti.
Meta dikritik tahun ini karena memberikan miliaran untuk proyek metaverse dan mengalami kerugian sebesar $9,4 miliar dari Reality Labs selama tiga perempat pertama tahun 2022 hanya untuk menyalurkan ambisi Mark Zuckerberg pada dunia digital metaverse.
"Tantangan ekonomi di seluruh dunia, dikombinasikan dengan tekanan pada bisnis inti Meta, menciptakan badai yang sempurna dan skeptisisme tentang investasi yang kami lakukan. Konsekuensinyabafalab bencana," ungkap Bosworth dalam postingan blog.