Kedutaan besar Rusia di Australia belum memberikan komentar terkait kebocoran data yang dituding berasal dari peretas di Negeri Beruang Merah itu.
Para pemeras ini juga dikaitkan dengan geng kejahatan dunia maya asal Rusia, REvil yang merupakan singkatan dari Ransomeware Evil dan juga dikenal sebagai Sodinokibi.
Dinas Keamanan Federal Rusia mengatakan pada Januari lalu, REvil sudah tidak ada lagi setelah beberapa penangkapan dilakukan atas desakan Amerika Serikat.
Namun, laman REvil di dark web yang lama telah diperbarui yang menampung data Medibank hasil curian.
Fergus Hanson, direktur pusat kebijakan cyber lembaga think tank Institut Kebijakan Strategis Australia, mengatakan tidak terkejut bahwa geng kejahatan itu berbasis di Rusia.
Hanson juga mengatakan nama pengguna dan kata sandi yang dicuri oleh karyawan Medibank, memungkinkan peretas untuk memasuki basis data perusahaan, telah dijual di forum dark web Rusia.
Hanson ragu para pelaku yang beroperasi di Rusia akan dibawa ke pengadilan. Tetapi Australia dapat menggunakan kemampuan serangan siber mereka untuk melawan geng kejahatan di Rusia dan menuntut afiliasi mereka, yang diduga beroperasi di negara lain.
“Ada potensi untuk melakukan operasi terhadap kelompok untuk mengganggu operasi mereka. Tetapi untuk melihat mereka masuk penjara atau muncul di hadapan pengadilan, saya pikir itu sangat tidak mungkin,” kata Hanson kepada Australian Broadcasting Corp.
(Ahmad Muhajir)