Melihat lubang baru yang meledak ke dalam kerak Mars, juga menawarkan wawasan yang berguna tentang apa yang ada di bawah permukaan planet.
"Es bawah permukaan akan menjadi sumber daya vital bagi astronot, yang dapat menggunakannya untuk berbagai kebutuhan, termasuk air minum, pertanian, dan propelan roket," terang NASA.
NASA menganggap, meteoroid yang mengahasilkan gempa dan kawah es itu berdiameter antara 4,8 dan 11,8 meter - ukuran yang akan terbakar di atmosfer jika targetnya adalah Bumi. Berkat atmosfer tipis Mars, batu ruang angkasa itu berhasil menembus wilayah yang disebut Amazonis Planitia.
Objek tersebut menghantam Mars dengan waktu yang sempurna, seandainya tiba setahun kemudian, InSight mungkin belum ada untuk menangkap tabrakan.
InSight diperkirakan tidak dapat dioperasikan pada bulan Desember tahun ini, setelah mengalami penurunan daya yang drastis akibat debu pada panel suryanya.
Pesawat ruang angkasa itu mendarat di Mars pada 2018 dan ditugaskan untuk mempelajari kerak, mantel, dan intinya. Sejak itu telah mendeteksi lebih dari 1.300 gempa bumi, beberapa disebabkan oleh dampak meteoroid.
(Ahmad Muhajir)