Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Misteri Gempa di Mars Berhasil Dipecahkan Ilmuwan, Ini Penyebabnya

Tangguh Yudha , Jurnalis-Sabtu, 29 Oktober 2022 |12:06 WIB
Misteri Gempa di Mars Berhasil Dipecahkan Ilmuwan, Ini Penyebabnya
Misteri gempa di Mars berhasil dipecahkan ilmuwan, ini penyebabnya (Foto: NASA)
A
A
A

JAKARTA - Asal-usul gempa di Mars yang misterius berhasil dipecahkan oleh para ilmuwan, peristiwa ini meninggalkan lubang es raksasa, dan penyebabnya adalah hantaman meteoroid.

Data yang dikumpulkan dari dua misi Mars telah digabungkan untuk menjelaskan mengapa planet merah berguncang pada Malam Natal 2021. InSight Lander NASA merasakan tanah berguncang pada hari itu.

Sejak itu, para ilmuwan telah mempelajari lebih banyak tentang peristiwa tersebut berkat gambar dari Mars Reconnaissance Orbiter (MRO) NASA, yang melihat lubang es raksasa yang sebelumnya tidak teramati di planet merah, dua setengah bulan setelah pendarat merasakan gemuruh.

Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA telah merilis sebuah video, di mana menggambarkan data seismogram dan sonifikasi dari sinyal yang dikumpulkan Lander.

"Tanah berguncang selama tumbukan, sementara kamera di atas MRO melihat kawah baru yang menguap dari luar angkasa," lapor NASA, dikutip dari The Register, Sabtu (29/10/2022).

JPL juga telah menyediakan simulasi dari situs dampak yang dibuat data kamera MRO HiRISE. NASA memperkirakan lubang di tanah adalah salah satu kawah terbesar yang pernah disaksikan di tata surya.

Ilmuwan telah menentukan dampak yang dihasilkan dari lubang bongkahan es yang terkubur di dekat ekuator Mars, ukurannya 37km dari lokasi tumbukan.

Ini adalah situasi yang tidak hanya mengungkapkan banyak tentang geologi planet ini, tetapi juga memberi tahu para ilmuwan tentang cara mendapatkan hasil maksimal dari ekspedisi Mars di masa depan.

NASA menjelaskan, menetapkan tingkat kemunculan kawah di Mars sangat penting untuk menyempurnakan garis waktu geologis planet.

Melihat lubang baru yang meledak ke dalam kerak Mars, juga menawarkan wawasan yang berguna tentang apa yang ada di bawah permukaan planet.

"Es bawah permukaan akan menjadi sumber daya vital bagi astronot, yang dapat menggunakannya untuk berbagai kebutuhan, termasuk air minum, pertanian, dan propelan roket," terang NASA.

NASA menganggap, meteoroid yang mengahasilkan gempa dan kawah es itu berdiameter antara 4,8 dan 11,8 meter - ukuran yang akan terbakar di atmosfer jika targetnya adalah Bumi. Berkat atmosfer tipis Mars, batu ruang angkasa itu berhasil menembus wilayah yang disebut Amazonis Planitia.

Objek tersebut menghantam Mars dengan waktu yang sempurna, seandainya tiba setahun kemudian, InSight mungkin belum ada untuk menangkap tabrakan.

InSight diperkirakan tidak dapat dioperasikan pada bulan Desember tahun ini, setelah mengalami penurunan daya yang drastis akibat debu pada panel suryanya.

Pesawat ruang angkasa itu mendarat di Mars pada 2018 dan ditugaskan untuk mempelajari kerak, mantel, dan intinya. Sejak itu telah mendeteksi lebih dari 1.300 gempa bumi, beberapa disebabkan oleh dampak meteoroid.

(Ahmad Muhajir)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement