JAKARTA - China merilis laporan investigasi baru yang mengungkap bukti tambahan di mana menunjukkan Badan Keamanan Nasional (National Security Agency/NSA) Amerika Serikat (AS) diduga berada di balik "ribuan serangan siber" terhadap sebuah universitas Negeri Tirai Bambu.
Xinhua melaporkan, lewat dukungan teknis dari sejumlah negara Eropa dan Asia Tenggara, para pakar China berhasil menelusuri kembali fitur teknis, senjata serangan, dan jalur yang digunakan dalam serangan siber terhadap Northwestern Polytechnical University China.
Hal ini, berdasarkan laporan yang diterbitkan oleh Pusat Respons Darurat Virus Komputer Nasional China melalui kolaborasi bersama perusahaan keamanan internet, 360.
Mereka menemukan, serangan tersebut berasal dari kantor Tailored Access Operation (TAO) yang terafiliasi dengan NSA, yang mengungkap celah teknis dan kesalahan operasionalnya sendiri selama serangan itu, lanjut laporan itu.
Penyelidikan sebelumnya menemukan bahwa 41 jenis senjata siber digunakan oleh TAO dalam serangan siber terhadap universitas itu yang belum lama ini terungkap.
Dari 41 jenis alat serangan siber, 16 di antaranya identik dengan senjata TAO yang dibeberkan oleh kelompok peretas "Shadow Brokers", dan 23 memiliki 97 persen kesamaan genetik dengan senjata yang digunakan oleh TAO, urai laporan itu.
Dua jenis alat lainnya harus digunakan bersama dengan senjata serangan siber lainnya milik TAO, lanjut laporan itu, menambahkan bahwa homologi senjata mengindikasikan seluruh senjata itu adalah milik TAO.
Analisis teknis menemukan bahwa waktu kerja, bahasa dan kebiasaan perilaku, serta kesalahan operasi penyerang siber juga mengungkap keterkaitan mereka dengan TAO.
Laporan itu merinci proses penyusupan TAO ke dalam jaringan internal universitas China tersebut.