Selain itu, mereka telah mengidentifikasi perubahan terkait penuaan dalam sistem pendengaran pusat, penurunan tingkat GABA yang berkorelasi dengan hilangnya SIN.
“Temuan ini membuka jalan untuk penelitian lebih lanjut tentang bagaimana GABA memengaruhi pemahaman SIN, dan menyarankan agar kita melihat bagaimana kita dapat mencegah penurunan tingkat GABA terkait usia atau memulihkannya ketika menjadi rendah,” tulis para peneliti dalam wawancara tertulis dengan The Varsity.
Namun, para peneliti juga menunjukkan dua seluk-beluk dalam hasil penelitian mereka.
Pertama, mereka menyebutkan bahwa GABA hanyalah salah satu dari beberapa faktor yang berkontribusi terhadap hilangnya SIN.
“Ini hanya bagian dari interaksi kompleks antara perubahan di semua tingkat sistem pendengaran, dari gangguan pendengaran perifer hingga defisit kognitif, yang bersama-sama menyebabkan berkurangnya pemahaman SIN,” terang para peneliti.
(Ahmad Muhajir)