Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

7 Penyebab Tabrakan Beruntun, Jangan Dianggap Sepele

Muhamad Fadli Ramadan , Jurnalis-Senin, 19 September 2022 |11:02 WIB
7 Penyebab Tabrakan Beruntun, Jangan Dianggap Sepele
Ilustrasi mobil (freepik)
A
A
A

4. Melaju di Bahu Jalan Tol

Bahu jalan tol hanya untuk kondisi darurat dan tidak boleh dipakai untuk berkendara dengan alasan apa pun. Dalam banyak kasus, kendaraan darurat ditabrak dari belakang oleh pengguna bahu jalan.

Bahkan, tak jarang menabrak mobil lain di lajur utama akibat menghindar dari mobil yang berhenti darurat di bahu jalan. Untuk itu, tidak dianjurkan menggunakan bahu jalan jika bukan berdasarkan arahan dari petugas kepolisian yang berpatroli.

5. Main Ponsel

Banyak pengemudi mobil memainkan ponsel padahal sedang berkendara dengan kecepatan tinggi. Ketidakwaspadaan itu membuat konsentrasi terpecah dan bisa pindah lajur tanpa disadari Situasi ini dapat membahayakan pengguna jalan tol lain dan bisa menyebabkan kecelakaan beruntun.

6. Microsleep

Microsleep atau tertidur sejenak tanpa sadar menjadi hal yang kerap dialami seorang pengendara yang melakukan perjalanan jauh. Tanpa disadari seorang pengendara tertidur dan bisa membuat mobil pindah lajur dengan cepat.

Tentu saja itu sangat berisiko dan dapat menyebabkan tabrakan beruntun. Solusi paling tepat ketika mengantuk beristirahat dan tidur minimal 15 menit.

7. Lampu Rem Mobil Mati

Lampu rem yang tidak aktif juga dapat menyebabkan kecelakaan beruntun karena mobil di belakang tidak mengetahui jika kendaraan di depannya melakukan pengereman. Jika tak terlalu fokus, pengendara di belakang bisa menghantam mobil di depan dan memicu tabrakan beruntun.

Padahal ada langkah sederhana untuk mengecek lampu rem, yaitu dengan menginjak pedal rem sebelum jalan. Nyala sinar lampu rem akan terlihat di tembok garasi rumah. Pastikan lampu sein juga berfungsi dengan melakukan hal yang sama.

(Kurniawati Hasjanah)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement