Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Berlian Heksagonal dari Planet yang Telah Mati Jatuh ke Bumi

Angeltika Clara Sinaga , Jurnalis-Sabtu, 17 September 2022 |12:07 WIB
Berlian Heksagonal dari Planet yang Telah Mati Jatuh ke Bumi
Berlian heksagonal dari planet yang telah mati jatuh ke Bumi (Foto: Wikimedia Commons)
A
A
A

JAKARTA - Berlian heksagonal ditemukan di dalam empat meteor, ia jatuh di Barat Laut Afrika. Kabarnya, berasal dari planet yang sudah lama mati.

Dilansir dari IFLScience, Sabtu (17/9/2022), miliaran tahun yang lalu, ada planet kerdil (kini telah mati) di Tata Surya bagian dalam yang memiliki karbon pada mantelnya.

Setelah tabrakan dahsyat dengan asteroid besar, karbon itu dikompresi menjadi lonsdaleite, di mana atom karbon diatur dalam kisi heksagonal, alih-alih struktur kubik berlian biasa.

Kristal lonsdaleite ini, terperangkap di dalam meteroit ureilite, suatu bentuk langka dari batuan luar angkasa yang kaya akan karbon, biasanya adalah grafit dan nanodiamond.

Dalam makalah baru di Proceedings of The National Academy of Sciences, para ilmuwan membuat hubungan antara semua mineral berbasis karbon yang berbeda ini, menunjukkan bahwa berlian terbentuk dari mantel planet kerdil yang telah lama mati.

Mereka memperkirakan grafit berubah menjadi berlian dan lonsdaleite. Grafit terbuat dari lapisan karbon yang tersusun dalam kisi heksagonal. Kini, para ilmuwan percaya dapat menciptakan cairan superkritis yang terbuat dari karbon, hidrogen, oksigen, dan belerang.

Hal ini berhubungan dengan grafit saat suhu tinggi dan tekanan sedang yang memungkinkan karbon untuk mempertahankan distribusi heksagonal grafit, tetapi dalam ruang 3D.

Tim meneliti menggunakan teknik mikroskop elektron yang canggih untuk mempelajari potongan meteorit untuk membuat serangkaian gambar yang menjelaskan bagaimana lonsdaleite terbentuk dan bagaimana sebagian dapat digantikan oleh berlian dan grafit.

“Kami juga telah menemukan kristal lonsdaleite terbesar yang diketahui hingga saat ini berukuran hingga satu mikron, jauh lebih tipis daripada rambut manusia,” kata penulis senior, Prof. Dougal McCulloch dari RMIT University.

Lonsdaleite diyakini jauh lebih keras dibandingkan berlian karena strukturnya, tetapi sulit untuk mengujinya sekarang. Namun, seperti yang dikatakan McCulloch, empat meteroit Afrika menampilkan kristal hingga satu mikrometer, 1.000 lebih besar dari yang pernah ditemukan.

Lonsdaleite dinamai untuk menghormati perintis Kristalografi dari Inggris bernama Kathleen Lonsdale, bersama dengan Ahli Biokimia, Marjory Stephenso. Mereka adalah dua wanita pertama yang terpilih sebagai Anggota Royal Society pada tahun 1945.

(Ahmad Muhajir)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement