"Termasuk meningkatnya inflasi global, fluktuasi nilai tukar (dan) lingkungan politik yang kompleks," kata Wang Xiang, Presiden Xiaomi, dikutip dari India Today.
"Tantangan-tantangan ini secara signifikan memengaruhi permintaan pasar secara keseluruhan dan hasil keuangan kami untuk periode tersebut," sambungnya.
Dari laporan South China Morning Post, Xiaomi diketahui telah memangkas 3 persen tenaga kerjanya dengan alasan krisis ekonomi.
Selain itu, laporan publikasi China menunjukkan bahwa perusahaan tidak dapat mencapai target kuartal dan bahkan mengalami penurunan hingga 20 persen di kuartal terakhir.
Seperti diketahui, Xiaomi memiliki total 32.869 tenaga kerja. 30.110 pekerja merupakan penduduk pribumi, sementara sisanya tercatat sebagai pekerja asing dari India dan Indonesia.
(Ahmad Muhajir)