"Protein yang disekresikan dalam air liur disebut anophelin; itu menargetkan dan mengikat trombin enzim koagulasi darah host pusat, dan karena itu mencegah darah dari pembekuan," jelasnya.
Kemudian saat tubuh kita terkena air liur nyamuk tersebut, maka sistem kekebalan tubuh akan aktif untuk responsnya.
Sistem kekebalan tubuh kita lalu akan menghasilkan berbagai antibodi guna mengikat antigen yang terdapat dalam air liur nyamuk, di mana hal ini kemudian akan memicu pelepasan histamin.
Histamin adalah senyawa nitrogen yang memicu respons inflamasi (peradangan). Histamin membantu sel darah putih dan protein lain untuk melawan “benda asing” yang masuk ke dalam tubuh kita dengan membuat kapiler dari sel-sel menjadi lebih mudah dilewati.
Histamin kemudian akan membuat pembuluh darah yang terkena gigitan nyamuk membengkak. Proses ini akan menghasikan benjolan berwarna merah muda dan menyebabkan rasa gatal.
Nyamuk termasuk spesies agresif yang dapat menggigit pada siang hari dan malam hari. Nyamuk juga diketahui dapat menyebabkan penyakit mematikan seperti demam berdarah, virus Ross River, chikungunya, malaria dan lainnya.
Menurut American Academy of Allergy, Asthma, & Immunology (AAAAI), gigitan nyamuk dapat menyebabkan anafilaksis dalam kasus yang jarang terjadi. Ini adalah kondisi yang berpotensi mengancam jiwa.
(Ahmad Muhajir)