JAKARTA - Mengakses media sosial kini sudah menjadi bagian dalam kehidupan masyarakat di era digital, sehingga setiap warganet perlu memahami pentingnya perlindungan data dan keamanan data pribadi saat memakai media sosial.
Berkaca dari hal itu, ITSEC Asia, perusahaan cyber security di Asia Pasifik, membagikan enam tips yang bisa diterapkan pengguna media sosial agar data pribadinya bisa terhindar dari potensi pembobolan atau pencurian data.
Tips pertama ialah membedakan alamat surel (surat elektronik) untuk media sosial dan layanan perbankan.
Presiden Direktur ITSEC Asia, Andri Hutama Putra, mengatakan bahwa masih banyak masyarakat yang menggunakan satu alamat email untuk semua kebutuhan mulai dari layanan perbankan, transaksi, media sosial, subscription, dan lainnya.
Menurutnya, hal ini akan sangat bahaya bagi data pribadi masing-masing karena saat email tersebut diserang, semua informasi yang ada di dalamnya bisa rentan dicuri.
"Maka dari itu, gunakan alamat email untuk tujuannya masing-masing, misalnya menggunakan alamat email yang berbeda antara kebutuhan transaksi dan media sosial," kata Andri, dikutip dari Antara, Kamis (11/8/2022).
Tips kedua pengguna media sosial juga harus secara berkala mengubah kata sandi jejaring sosialnya sehingga tidak mudah ditebak oleh pencuri data.
Walaupun terkesan sederhana, mengganti kata sandi secara berkala merupakan salah satu cara paling ampun dalam menjaga data pribadi agar tidak mudah dicuri.
Tips ketiga yang perlu anda lakukan untuk tetap aman di media sosial adalah jangan asal mengklik tautan mencurigakan.
Di media sosial banyak beredar informasi-informasi yang perlu kita cek ulang kebenarannya, dan jangan sembarang tergoda oleh tautan-tautan yang sebenarnya mencurigakan.
Hal ini, untuk menghindari serangan phising yang meretas informasi seperti data akun dan data pribadi lainnya.
Tips keempat, pastikan anda mengenali fitur-fitur pengaman aplikasi dan memanfaatkannya.