Pengumuman yang dikeluarkan Rusia itu, pastinya menimbulkan berbagai spekulasi, salah satunya adalah manuver Moskow untuk mendapatkan keringanan saksi Barat atas konflik di Ukraina.
Sebagai informasi, ISS ini dijalankan oleh beberapa negara, seperti Rusia, AS, Eropa, Jepang, dan juga Kanada.
Mantan astronot NASA, Terry Virts, yang menghabiskan enam bulan di stasiun luar angkasa pada 2014 dan 2015, mengatakan perginya Rusia akan menjadi "bencana".
Namun, Virts juga mengatakan bahwa Putin “telah melewati batas, dan kita perlu melepaskan diri dari mereka di ISS.”
John Logsdon, pendiri dan mantan direktur institut Universitas George Washington, mengatakan NASA memiliki banyak waktu untuk mempersiapkan kepergian Rusia, mengingat ancaman yang datang dari Moskow.
(Ahmad Muhajir)