Setelah itu, pengguna baru bisa mengakses serta membuat profil tambahan apa pun yang mereka inginkan setelah masuk ke akun utama.
Perubahan ini memberi pengguna kelonggaran formal untuk semi-anonim identitas di jejaring sosial terbesar di dunia itu.
Mirip seperti opsi yang ditawarkan oleh pesaing seperti TikTok dan Twitter, serta aplikasi foto dan video Meta yaitu Instagram.
Meski demikian, Meta mengklaim penindakan terhadap akun peniru atau akun-akun menyesatkan tetap berlaku untuk semua profil.
Artinya, bagaimanapun pengguna tetap harus bijak memanfaatkan profil-profil yang dimilikinya.
(Ahmad Muhajir)