Enderle menyampaikan bahwa versi pertama kembaran digital bisa saja muncul sebelum akhir dekade ini.
Dia berpendapat, ada pertimbangan etis untuk dipelajari saat kembaran virtual dikembangkan. Ini guna meminimalisir hal-hal tidak baik yang bisa berpengaruh kepada kehidupan manusia asli di dunia nyata.
"Apa yang terjadi jika perusahaan Anda menciptakan kembaran digital Anda, dan berkata 'hei, Anda punya kembaran digital ini yang tidak kami bayar, jadi mengapa kami masih mempekerjakan Anda?", katanya.
Enderle berpikir, kepemilikan kembar digital tersebut akan menjadi salah satu pertanyaan yang menentukan dari era metaverse yang akan datang. Yang mana saat ini sudah muncul kembaran virtual yang disebut avatar.
Namun, avatar saat ini masih sangatlah jauh dari kata kembaran digital. Di platform realitas virtual Meta, Horizon Worlds, misalnya, avatar bahkan belum memiliki kaki, dan teknologinya benar-benar masih dalam tahap awal.
(Ahmad Muhajir)