JAKARTA - China berencana meluncurkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di luar angkasa, nantinya PLTS itu akan memancarkan energi ke Bumi.
Dilansir dari Sky News, Rabu (8/6/2022), PLTS ini dijadwalkan akan mulai diluncurkan pada 2028 mendatang. Dalam prosesnya, China akan lebih dulu meluncurkan satelit percobaan yang mengorbit pada ketinggian 400 km.
Satelit tersebut, bakal menguji teknologi yang digunakan untuk mengirimkan energi dari pembangkit listrik.
Dijelaskan, satelit itu mengubah energi Matahari menjadi gelombang mikro atau laser yang kemudian akan didistribusikan ke penangkap energi di berbagai lokasi di Bumi dan di satelit lainnya.
Intinya adalah satelit bakal mengumpulkan tenaga surya yang melimpah ini di orbit, dan memancarkannya dengan aman ke titik tetap di Bumi.
Rencana ini, dirinci dalam makalah yang diterbitkan dalam jurnal Chinese Space Science and Technology. Menariknya, energi ini tidak hanya bisa digunakan di China, tetapi juga belahan Bumi lain.
Energi juga dapat diarahkan ke negara lain, baik sebagai ekspor energi, atau sebagai bagian dari bantuan pembangunan luar negeri, atau untuk mendukung daerah bencana kemanusiaan.
Tidak seperti sumber energi terbarukan terestrial yang ada di Bumi, PLTS yang mengorbit pun akan mampu memberikan energi siang dan malam tanpa terpengaruh oleh cuaca.
Meskipun begitu, Profesor Dong Shiwei selaku penulis jurnal Chinese Space Science and Technology mengatakan, ada beberapa tantangan yang perlu dihadapi dan ini belum terpecahkan.
Tantangannya adalah bagaimana mengarahkan gelombang mikro bertenaga tinggi pada jarak yang signifikan akan membutuhkan antena yang sangat besar, berpotensi panjangnya ribuan meter.