Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Warganet Keluhkan Cuaca Panas hingga Trending Topic, Tembus 34 Ribu Lebih Tweet

Ahmad Muhajir , Jurnalis-Jum'at, 13 Mei 2022 |17:08 WIB
Warganet Keluhkan Cuaca Panas hingga Trending Topic, Tembus 34 Ribu Lebih Tweet
Warganet keluhkan cuaca panas hingga Trending Topic, Tembus 34 ribu lebih tweet (Foto: AP)
A
A
A

Fenomena suhu udara terik yang terjadi pada siang hari tersebut, dipicu oleh beberapa hal sebagai berikut:

1. Posisi semu Matahari saat ini sudah berada di wilayah utara ekuator yang mengindikasikan bahwa sebagian wilayah Indonesia akan mulai memasuki musim kemarau, di mana tingkat pertumbuhan awan dan fenomena hujannya akan sangat berkurang, sehingga cuaca cerah pada pagi menjelang siang hari akan cukup mendominasi.

2. Dominasi cuaca yang cerah dan tingkat perawanan yang rendah tersebut, dapat mengoptimumkan penerimaan sinar Matahari di permukaan Bumi, sehingga menyebabkan kondisi suhu yang dirasakan oleh masyarakat menjadi cukup terik pada siang hari.

Sementara itu, BMKG menegaskan bahwa suhu panas terik yang terjadi di wilayah Indonesia bukanlah fenomena Gelombang Panas seperti kabar miring yang beredar.

Menurut World Meteorological Organization (WMO), Gelombang Panas atau dikenal dengan "Heatwave" merupakan fenomena kondisi udara panas yang berkepanjangan selama lima hari atau lebih secara berturut-turut, di mana suhu maksimum harian lebih tinggi dari suhu maksimum rata-rata hingga 5 derajat Celcius atau lebih.

Fenomena gelombang panas ini, biasanya terjadi di wilayah lintang menengah-tinggi seperti wilayah Eropa dan Amerika yang dipicu oleh kondisi dinamika atmosfer di lintang menengah.

Sedangkan, yang terjadi di wilayah Indonesia adalah fenomena kondisi suhu panas/terik dalam skala variabilitas harian.

"Kewaspadaan kondisi suhu panas/terik pada siang hari masih harus diwaspadai hingga pertengahan Mei," ungkap BMKG.

(Ahmad Muhajir)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement