Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ilmuwan Ungkap Fakta Bentuk Asli Bumi Seperti yang Tercantum di Alquran

Ahmad Muhajir , Jurnalis-Kamis, 21 April 2022 |04:01 WIB
Ilmuwan Ungkap Fakta Bentuk Asli Bumi Seperti yang Tercantum di Alquran
Ilmuwan ungkap fakta bentuk asli Bumi Seperti yang Tercantum di Alquran (Foto: Freepik)
A
A
A

Allah menjadikan permukaan Bumi sebagai bentangan yang luas. Dengan permukaan yang luas tersebut, permukaan Bumi bak hamparan dan tidak terasa lengkungannya.

Seperti diketahui, manusia pada umumnya menempati wilayah-wilayah dataran, baik tinggi maupun rendah, dan dataran yang subur.

Daerah-daerah dataran tersebut terbentuk melalui proses geologi dalam kurun waktu yang sangat panjang, hingga jutaan tahun dalam ukuran manusia.

Proses bisa dimulai dari pembentukan pegunungan. Seiring dengan itu, proses pelapukan dan erosi terjadi untuk kemudian berlanjut ke proses pengendapan. Material-material hasil pelapukan dan erosi dihamparkan dan diendapkan di dataran yang lebih rendah.

Penjelasan mengenai bentuk Bumi juga dapat dilihat dari salah satu ayat Alquran berikut.

خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ بِالْحَقِّۚ يُكَوِّرُ الَّيْلَ عَلَى النَّهَارِ وَيُكَوِّرُ النَّهَارَ عَلَى الَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَۗ كُلٌّ يَّجْرِيْ لِاَجَلٍ مُّسَمًّىۗ اَلَا هُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفَّارُ

"Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun," (QS. Az-Zumar: 5).

Ayat ini memberi isyarat tentang sifat Bumi, bentuk sekaligus geraknya. Ayat tersebut menyatakan bahwa Allah menutupkan malam atas siang dan siang atas malam. Andaikan Bumi sebagai hamparan dan matahari yang mengelilingi hamparan Bumi (seperti dalam konsep lama), yang terjadi daerah siang akan serempak seluruh Bumi, demikian juga daerah malam.

Ibarat lampu senter disorotkan mengelilingi sekeping uang logam, gelap dan terang berlangsung mendadak. Ayat itu menjelaskan siang ditutupkan atas malam dan malam atas siang. Artinya, ada proses peralihan yang sifatnya gradual, sedikit demi sedikit.

Hal ini hanya dapat dijelaskan bila Bumi berbentuk seperti bola dan berotasi di hadapan matahari. Dengan demikian, bagian yang menghadap matahari merupakan daerah siang dan bagian yang membelakangi matahari merupakan daerah malam.

(Ahmad Muhajir)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement