Pesawat ruang angkasa NASA, yakni Cassini pernah mencapai Saturnus pada 2004, menemukan bahwa sebagian materi di cincin - E Saturnus, sebuah cincin yang melingkar paling luar dan terang, adalah hasil dari pancaran air yang muncul dari bulan Enceladus.
Dalam wawancara dengn The Atlantic, O'Donoghue menerangkan, cincin Saturnus menghilang karena elektirifikasi materi berdebu, sesuatu yang disebabkan oleh gangguan mikrometeorit dan radiasi Matahari.
Setelah dialiri listrik, partikel-partikel ini kemudian disejajarkan dengan garis medan magnet Saturnus. Lalu, partikel-partikel yang dialiri listrik ini terlalu dekat dengan bagian atas atmosfer Saturnus sehingga gravitasi Saturnus menariknya ke dalam planet.
Kelanjutan dari proses ini, yang oleh para ilmuwan disebut 'hujan cincin', akan menyebabkan cincin-cincin itu lenyap dalam beberapa juta tahun mendatang.
O'Donoghue menngutarakan, cincin itu akan bertahan paling lama 300 juta tahun lagi.
(Ahmad Muhajir)