Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jepang Larang Ekspor Mobil Mewah ke Rusia karena Invasi ke Ukraina

Antara , Jurnalis-Selasa, 29 Maret 2022 |15:07 WIB
Jepang Larang Ekspor Mobil Mewah ke Rusia karena Invasi ke Ukraina
Mobil konsep dari Toyota GR GT3 di pameran Tokyo Auto Salon 2022 (Antara/Reuters)
A
A
A

JEPANG menyetujui larangan ekspor mobil mewah dan barang-barang lainnya ke Rusia sebagai bagian dari sanksi ekonomi atas invasi negara itu ke Ukraina.

Dikutip dari Kyodo, Selasa (29/3/2022), kabinet Perdana Menteri Fumio Kishida merevisi peraturan yang relevan untuk menerapkan embargo pada 5 April yang juga akan mencakup perhiasan dan karya seni.

Langkah ini bertujuan untuk menambah tekanan pada oligarki yang telah mendukung Presiden Rusia Vladimir Putin secara finansial. Amerika Serikat dan negara-negara anggota Uni Eropa telah mengambil tindakan serupa.

 BACA JUGA: Toyota bZ4X Bakal Jadi Mobil Resmi Delegasi KTT G20, Ini Loh Spesifikasi Lengkapnya

"Kami akan bekerja dengan komunitas internasional, termasuk negara-negara Kelompok Tujuh, untuk menerapkan sanksi keras," kata Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang Koichi Hagiuda.

Mobil merupakan bagian besar dari pengiriman menuju Rusia dari Jepang yang berjumlah 627,8 miliar yen (5 miliar dollar AS) pada tahun 2020, menurut data pemerintah.

Jepang memberlakukan larangan serupa pada ekspor barang mewah ke Korea Utara pada 2006 setelah Pyongyang mengumumkan telah melakukan uji coba nuklir. Jepang sejak itu benar-benar melarang impor dan ekspor ke negara itu.

 BACA JUGA: 7 Fitur yang Harus Dimiliki oleh Mobil Keluarga

Agresi Rusia terhadap Ukraina telah dibalas dengan sejumlah sanksi, termasuk pembekuan aset bank sentral Rusia, pelarangan lembaga keuangan utama Rusia dari sistem pembayaran internasional utama, dan pemberlakuan larangan dan kontrol ekspor.

Bergabung dengan Amerika Serikat dan negara-negara Eropa, Jepang juga telah memutuskan untuk mencopot Rusia dari status "negara yang paling disukai", yang telah memberi Moskow persyaratan perdagangan terbaik untuk produk-produk utama di bawah aturan Organisasi Perdagangan Dunia.

(Salman Mardira)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement