"Saat ini, di beberapa wilayah sudah meningkat suhu udaranya 1 derajat Celcius, dan ada yang di bawah 1 derajat Celcius," ungkap dia.
Sedangkan, sambungnya, intensitas hujan yang meningkat akibat cuaca ekstrim di Jakarta juga diprediksi akan terus mengalami peningkatan.
"Hujan ekstrim meningkat di beberapa wilayah, di DKI pada 2020 mencapai 377 mm per hari, di DIY di 2017 mencapai 364 mm dalam satu hari. Dan, di Kalimantan Selatan mencapai 270 mm," jelasnya.
Banjir yang disebabkan curah hujan tinggi ini, juga disebutkan BMKG semakin bertambah kandungan asam PH dalam air hujannya.
"Banjir di Jakarta, menunjukkan data frekuensi banjir meningkat pada dekade terakhir bersamaan dengan curah hujan ekstrim. Hujan yang terjadi 700 tahunan menjadi hujan 100 tahunan atau ada peningkatan 7 kali lipat. Air hujan yang turun juga semakin meningkat asam pH nya," tutur Dwikorita.
(Ahmad Muhajir)