Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sederet Penyebab Mobil Terbakar dan Cara Mencegahnya

Antara , Jurnalis-Kamis, 16 Desember 2021 |13:48 WIB
Sederet Penyebab Mobil Terbakar dan Cara Mencegahnya
Ilustrasi mobil kebakaran (dok Instagram)
A
A
A

Rifat berpesan kepada pemilik mobil untuk berpikir berkali-kali jika ingin menambahkan aksesori mobil yang menggunakan kelistrikan. Sebab menurut dia, aksesori yang dijual di after market memiliki muatan listrik yang berbeda dengan standar pabrikan, bahkan bisa lebih besar konsumsi listriknya.

Terkait modifikasi atau pemasangan aksesori, Rifat mengingatkan agar pemilik kendaraan tidak menggunakan atau mengganti engine harness atau kabel kelistrikan mesin dengan spesifikasi yang berbeda dengan standar pabrikan.

"Saya rekomen sekali spesifikasi engine harness mohon jangan dimodifikasi karena sistem engine harness akan sangat mempengaruhi performa kendaraan," kata dia.

Selain itu, Rifat juga membedakan penyebab mobil terbakar dari posisi mesin mobil. Mobil dengan mesin yang berada di bagian depan umumnya terbakar setelah komponen ECU (electronic control unit) terkena air. Hal itu berbeda dengan mobil dengan mesin belakang yang biasanya mengalami kebakaran karena faktor overheat.

"Yang biasanya terjadi, mesin yang di depan adalah ketika mobil itu pernah satu atau dua kali lewati genangan air. Kerusakan kelistrikan ibarat 'luka yang tidak kelihatan'," kata Rifat.

"Mobil berbeda-beda, ada yang ECU-nya di bawah lantai mobil, ada juga yang air intake-nya di bawah bemper. Ada juga kasus terbakar karena kabel power steering putus di mana minyaknya mengenai heater. Jadi, banyak penyebabnya mobil terbakar," kata dia.

"Mobil dengan mesin belakang bukan karena kelistrikan. Tetapi mesinnya terlalu dekat dengan knalpot dan jika terjadi panas berlebih, knalpot akan mengeluarkan percikan api kemudian membakar bumper," kata dia.

Untuk itu Rifat mengingatkan pemilik mobil untuk menyiapkan alat pemadam api ringan (APAR) di dalam kendaraan untuk mencegah hal buruk terjadi dalam perjalanan.

"Tapi perlu diingat, taruh APAR di tempat yang strategis. Jangan sampai APAR-nya mengganggu Anda, bahkan berpotensi menyebabkan celaka karena diposisikan tidak benar," tutup Rifat.

(Kurniawati Hasjanah)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement