RUPANYA tingkat kejahatan digital yang menyertai aktivitas belanja akhir tahun diperkirakan Google meningkat drastis.
Oleh sebab itu, menjaga keamanan sandi adalah sesuatu yang sangat penting. Bagi para pengguna Google, perlu diketahui ada alat gratis untuk membantu pengguna internet melakukannya.
Google menyarankan semua orang menyempatkan waktu untuk memperkuat keamanan online mereka dengan tiga tips praktis ini.
Apa saja? dikutip dari keterangan tertulis Google, berikut selengkapnya.

1. Buat sandi yang lebih kuat
Sandi yang unik dan kuat untuk setiap akun dapat membantu mengurangi risiko pembobolan data. Pastikan setiap sandi sulit ditebak dan kalau bisa setidaknya berisi delapan karakter.
Supaya lebih mudah, pertimbangkan untuk menggunakan layanan pengelola sandi untuk membantu membuat sandi yang lebih kuat, menjaga keamanannya, dan melacak semua sandi.
Anda bisa gunakan Pemeriksaan Sandi di Pengelola Sandi Google yang dapat membantu memeriksa kekuatan dan keamanan semua sandi yang Anda simpan.
2. Aktifkan autentikasi 2 langkah
Menyiapkan autentikasi 2 langkah - yang juga disebut autentikasi 2 faktor - sangat mengurangi kemungkinan orang lain dapat mengakses akun Anda tanpa izin.
Autentikasi 2 langkah mengharuskan pengguna menggunakan satu langkah tambahan setiap kali login ke akun mereka, selain memasukkan nama pengguna dan sandi.
Contoh langkah verifikasi tambahan ini antara lain, SMS, kode enam digit dari aplikasi, pemberitahuan di perangkat yang Anda percaya, atau penggunaan kunci pengaman fisik.
Baca juga: Hasil Riset Google: Hampir 90% Password Orang Indonesia Mudah Dijebol
3. Lakukan pemeriksaan keamanan Google
Melakukan Pemeriksaan Keamanan dapat membantu pengguna tetap aman secara online. Pemeriksaan Keamanan Google adalah alat yang mudah digunakan pengguna secara sering untuk memperkuat keamanan Akun Google.
Hanya diperlukan sekitar 2 menit untuk menyelesaikannya. Alat ini memberi pengguna rekomendasi keamanan yang praktis dan dipersonalisasi, memandu mereka untuk memeriksa perangkat yang terhubung, situs pihak ketiga yang berisiko, dan aplikasi yang memiliki akses ke informasi sensitif, serta opsi autentikasi 2 langkah.
(Dyah Ratna Meta Novia)