Perusahaan keamanan siber itu mengeluarkan peringatan kepada PBB tentang aktivitas penyusupan data pada Juli lalu, setelah melakukan pemantauan terhadap situs teduh tersebut.
PBB menanggapi para peretas hanya mengambil tangkapan layar.
Namun, setelah perusahaan mengungkapkan tentang data yang dicuri, PBB tidak memberikan umpan balik dan berhenti menghubungi mereka.
Juru bicara PBB Farhan Haq mengatakan pihaknya mengetahui masalah ini dan mendeteksi lebih banyak peretasan sebelum perusahaan Keamanan memberi tahu tentang hal itu.
(Dyah Ratna Meta Novia)