RUPANYA tren serangan siber di 2022 tidak berbeda jauh dengan tahun ini. Pakar keamanan siber dari Cissrec, Pratama Persadha mengatakan, yang pasti potensi serangan siber akan meningkat.
"Apalagi melihat bahwa digitalisasi di Indonesia semakin meningkat," kata Pratama saat dihubungi melalui pesan singkat.
Dengan pandemi Covid-19 yang terus berjalan, maka akan semakin banyak perusahaan yang go digital. Artinya, semakin besar kemungkinan serangan siber meningkat.

Maka dari itu, menurut Pratama, sudah seharusnya pemerintah Indonesia menaruh perhatian lebih untuk masalah keamanan siber ini.