Twitter beberapa waktu lalu merilis kode komputer tentang bagaimana foto dipotong di linimasa platform tersebut.
Melalui program kompetisi ini, peneliti diminta melihat bagaimana algoritma tersebut bisa menimbulkan bahaya misalnya soal stereotipe atau menjelekkan kelompok lain.
Twitter akan memberikan hadiah antara 500 dolar hingga 3.500 dolar Amerika Serikat, pemenang akan mempresentasikan temuan mereka di acara DEF CON, konferensi tahunan para peretas yang diadakan di Las Vegas, bulan ini.
(Dyah Ratna Meta Novia)