RUPANYA Twitter Inc berencana meluncurkan kompetisi untuk peneliti komputer atau peretas untuk melihat bias di algoritma potong foto platform tersebut.
Kompetisi berhadiah ini ingin mencari "potensi bahaya di algoritma" tersebut, seperti diberitakan Reuters, Senin, (2/8/2021).

Studi tahun lalu oleh tiga peneliti machine learning di Twitter, media sosial dalam pratinjau foto cenderung tidak menyertakan orang kulit hitam.
Berdasarkan studi tersebut ada 8 persen perbedaan dari paritas demografi untuk perempuan dan 4 persen terhadap orang kulit putih.